Apakah Ibrah dari Fenomena Ini buat Kita?
Fenomena gerhana bulan (khusuf) merupakan salah satu tanda kebesaran Allah SWT yang penuh dengan ibrah (pengajaran) bagi umat Islam. Bukan sekadar peristiwa astronomi biasa, ia adalah momen untuk merenung, meningkatkan keimanan, dan memperbanyak amal ibadah. Berikut adalah huraian lengkap tentang ibrah dari gerhana bulan beserta dalil-dalil dari Al-Qur'an dan Al-Hadith.
1.
Tanda Kekuasaan dan Kebesaran Allah SWT
Ibrah yang
paling utama dari fenomena gerhana adalah untuk menyaksikan dan merenungkan
secara langsung kebesaran serta kekuasaan Allah SWT. Alam semesta dengan segala
isinya, termasuk matahari, bumi, dan bulan, beredar dengan teratur atas
kehendak dan ketetapan-Nya. Gerhana terjadi dalam susunan yang sangat rapi,
menunjukkan kekuasaan Allah yang Maha Teliti lagi Maha Perkasa .
Allah SWT
berfirman dalam Al-Qur'an:
الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍ
Maksudnya: "Matahari dan bulan
beredar menurut perhitungan." (Surah Ar-Rahman, ayat 5)
وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ
ۚ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا
لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
Maksudnya: "Dan sebagian dari
tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah
kamu bersujud kepada matahari dan jangan (pula) kepada bulan, tetapi
bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya."
(Surah Fussilat, ayat 37)
Sebelum
kedatangan Islam, masyarakat jahiliah mengaitkan fenomena gerhana dengan
kematian atau kelahiran seseorang yang besar . Islam datang untuk
meluruskan akidah ini. Rasulullah SAW dengan tegas membantah kepercayaan karut
tersebut, terlebih ketika peristiwa gerhana matahari terjadi bertepatan dengan
wafatnya putra beliau, Ibrahim .
Daripada
al-Mughirah bin Syu'bah RA, Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ،
لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا
لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَادْعُوا اللَّهَ وَصَلُّوا حَتَّى يَنْكَشِفَ
Maksudnya: "Sesungguhnya matahari
dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya
tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang atau karena kelahirannya.
Oleh itu, apabila kamu melihat gerhana, maka berdoalah kepada Allah dan
kerjakanlah solat sehingga (gerhana) itu hilang." (Hadis Riwayat
al-Bukhari dan Muslim)
3.
Peringatan untuk Meningkatkan Ketaatan dan Rasa Takut kepada Allah
Fenomena
gerhana juga merupakan peringatan (takhwif) daripada Allah SWT kepada
hamba-hamba-Nya. Ia ibarat teguran lembut agar manusia menyedari kelemahan
diri, lantas segera kembali kepada Allah dengan penuh rasa takut dan
harap . Allah SWT berfirman:
وَمَا نُرْسِلُ بِالْآيَاتِ إِلَّا تَخْوِيفًا
Maksudnya: "Dan Kami tidaklah
mengutus tanda-tanda (kekuasaan Kami) itu melainkan untuk menakut-nakutkan
(dalam rangka memberi peringatan)." (Surah Al-Isra', ayat 59)
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ
لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ، وَلَكِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يُخَوِّفُ بِهَا عِبَادَهُ
Maksudnya: "Sesungguhnya matahari
dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah, dan keduanya tidak
mengalami gerhana disebabkan kematian seseorang. Akan tetapi dengan peristiwa
itu Allah Ta'ala ingin membuat para hamba-Nya takut (kepada-Nya)."
(Riwayat ini terdapat dalam beberapa himpunan hadis, antaranya disampaikan
dalam MUI)
Sebagai
respons terhadap perasaan takut dan pengagungan kepada Allah, umat Islam
diperintahkan untuk memperbanyak amalan-amalan soleh ketika gerhana
berlaku . Aisyah RA meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ
لَا يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا
لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَتَصَدَّقُوا
Maksudnya: "Sesungguhnya matahari
dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah yang terjadi
bukan kerana mati atau hidupnya seseorang. Maka jika kalian melihatnya
(gerhana), berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, dan bersedekahlah."
(Hadis Riwayat al-Bukhari dan Muslim)
- Mengerjakan Solat Gerhana (Solat Khusuf): Solat sunat ini sangat dituntut (sunnah muakkadah) dan dilakukan secara berjemaah . Caranya adalah dua rakaat dengan dua kali rukuk dan dua kali sujud di setiap rakaat .
- Memperbanyakkan Doa dan
Istighfar: Memohon
ampunan atas segala dosa dan kesalahan .
- Memperbanyakkan Zikir dan
Takbir: Mengagungkan
asma Allah .
- Bersedekah: Membantu mereka yang
memerlukan sebagai bentuk taqarrub kepada Allah .
5. Menyemai Kesedaran Bahawa Ilmu Pengetahuan dan Iman Itu Seiring
Islam adalah agama yang sangat menghargai ilmu pengetahuan. Al-Qur'an telah lebih awal menjelaskan tentang pergerakan matahari dan bulan dengan perhitungan yang sangat teliti . Firman Allah SWT:
هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا
وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ
السِّنِينَ وَالْحِسَابَ ۚ مَا خَلَقَ اللَّهُ ذَٰلِكَ إِلَّا بِالْحَقِّ ۚ يُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ
يَعْلَمُونَ
Maksudnya: "Dialah yang menjadikan
matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat
peredarannya, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu).
Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan benar. Dia
menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang
mengetahui." (Surah Yunus, ayat 5)
Kesimpulan
Kesimpulannya,
ibrah dari fenomena gerhana bulan (khusuf) buat kita Muslimin dan Muslimat
adalah amat luas. Ia mengajak kita untuk mengagungkan kekuasaan Allah,
memurnikan akidah daripada sebarang tahayul, menyedari kelemahan diri, dan
menyambutnya dengan memperbanyakkan amal ibadah seperti solat, doa, zikir,
istighfar, dan sedekah. Semoga setiap fenomena alam yang berlaku
semakin mendekatkan kita kepada Sang Pencipta, Allah SWT.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan