Bab Muamalat
Kitab Matla' Al-Badrain wa Majma'
Al-Bahrain karya Syeikh Muhammad bin Ismail Daud Al-Fathani adalah
salah satu kitab fiqh mazhab Syafie yang terkenal di Nusantara. Berikut adalah
isi kandungan khusus bab muamalat yang terdapat dalam kitab ini berdasarkan
jilid 2:
Isi Kandungan Kitab Muamalat dalam Matla' Al-Badrain
- Kitab
Sembelihan dan Buruan
- Hukum
penyembelihan binatang, syarat-syarat sembelihan yang sah, dan perburuan
menurut syariat.
- Kitab
Makanan
- Pembahasan
halal dan haram makanan, termasuk binatang yang boleh dimakan dan yang
dilarang.
- Kitab
Jual Beli (Bai')
- Rukun
dan syarat jual beli, akad yang sah, serta larangan dalam transaksi
seperti riba dan gharar.
- Kitab
Salam (Termasuk Qard)
- Penjelasan
tentang jual beli salam (pesanan) dan hutang (qard).
- Kitab
Gadaian (Rahn)
- Hukum
menggadaikan barang, syarat-syarat gadai, dan hak peminjam serta pemberi
pinjaman.
- Kitab
Syarikat (Perkongsian)
- Jenis-jenis
syarikat dalam Islam seperti syarikat harta, kerja, dan mudharabah.
- Kitab
Wakalah (Perwakilan)
- Hukum
mewakilkan urusan kepada orang lain, seperti dalam jual beli atau urusan
hukum.
- Kitab
Pinjam Meminjam (Ariyah)
- Peraturan
meminjam barang dan tanggungjawab peminjam.
- Kitab
Qiradh (Mudharabah)
- Kerjasama
perniagaan antara pemodal dan pengusaha dengan pembahagian keuntungan.
- Kitab
Ijaarah (Sewa-menyewa)
- Hukum
menyewa barang atau tenaga, termasuk upah dan kontrak kerja.
- Kitab
Ihya Al-Mawat (Menghidupkan Tanah Mati)
- Hukum
mengusahakan tanah yang tidak bertuan.
- Kitab
Hibah (Hadiah)
- Peraturan
pemberian hadiah dan syarat-syaratnya.
- Kitab
Luqatah (Barang Temuan)
- Hukum
menemui barang hilang dan kewajipan pemilik atau penemu.
- Kitab
Laqit (Anak Angkat/Terlantar)
- Tanggungjawab
terhadap anak yatim atau terlantar.
- Kitab
Faraid (Pembahagian Harta Pusaka)
- Kaedah
pembahagian harta warisan menurut hukum Islam.
- Kitab
Wasiat
- Peraturan
membuat wasiat sebelum kematian.
- Kitab
Wadi'ah (Amanah/Simpanan)
- Hukum
menyimpan barang orang lain dengan amanah.
Kitab ini sangat lengkap dalam membahas hukum-hukum muamalat, menjadikannya rujukan utama dalam pengajian fiqh di Nusantara, terutama dalam mazhab Syafie
Jika anda ingin mendapatkan kitab ini, ia boleh didapati dalam bentuk tulisan Jawi atau Rumi dengan harga sekitar RM42 hingga RM120, bergantung pada edisi dan penjual.
Berikut adalah perincian mengenai Kitab Jual Beli
(Bai’) berdasarkan sumber-sumber fiqih Islam, khususnya dalam mazhab
Syafi’i dan pandangan ulama lainnya:
1. Definisi Jual Beli (Bai’)
- Secara
Bahasa: Bai’ berarti pertukaran sesuatu dengan
sesuatu yang lain, mencakupi barang, jasa, atau manfaat
- Secara
Syar’i: Pemindahan kepemilikan suatu barang
atau manfaat kepada orang lain dengan imbalan harga (tsaman) yang
disepakati, dilakukan dengan izin syariat
- Contoh:
Penjual mengatakan, "Aku jual barang ini kepadamu dengan
harga X," dan pembeli menyetujui
2. Dasar Hukum Jual Beli
- Al-Qur’an:
- "Allah
menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba." (QS.
Al-Baqarah: 275)
- "Hai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu
dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku
dengan suka sama suka di antara kamu." (QS.
An-Nisa’: 29)
- Hadis:
- Nabi
ﷺ bersabda: "Penjual dan pembeli memiliki hak khiyar
(memilih untuk melanjutkan atau membatalkan transaksi) selama mereka
belum berpisah." (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Rukun Jual Beli
- Pelaku
Akad (Aqidain): Penjual dan pembeli yang memenuhi syarat:
- Baligh,
berakal, dan memiliki hak untuk bertransaksi.
- Tidak
dalam paksaan (ikrah).
- Objek
Akad (Ma’qud ‘Alaih):
- Barang
(mabi’) harus suci, bermanfaat, dimiliki, dan boleh diserahkan.
- Harga
(tsaman) harus jelas dan disepakati.
- Sighat
Akad (Ijab dan Qabul):
- Ijab:
Pernyataan penjual (misal: "Aku jual barang ini dengan harga
RM100).
- Qabul:
Pernyataan pembeli (misal: "Aku terima dengan harga
tersebut").
4. Jenis-Jenis Jual Beli
- Bai’
Musyahadah: Jual beli barang yang hadir dan
terlihat ketika berlakunya transaksi.
- Contoh:
Membeli baju yang langsung diperiksa pembeli.
- Hukum: Sah jika
memenuhi syarat.
- Bai’
Salam (Pesanan): Jual beli barang yang dijelaskan
sifatnya tetapi belum ada ketika akad.
- Contoh:
Memesan beras 50 kg untuk dikirim bulan depan.
- Hukum: Sah dengan
syarat:
- Spesifikasi
barang jelas (jenis, kualitas, jumlah).
- Pembayaran
dilakukan di awal atau sesuai kesepakatan
- Bai’
Ghaibah: Jual beli barang yang tidak dilihat
oleh kedua pihak.
- Contoh:
Menjual rumah tanpa melihatnya sama sekali.
- Hukum: Tidak
sah karena mengandungi gharar (ketidakjelasan)
5. Syarat Sah Jual Beli
- Barang
(Mabi’):
- Suci
(tidak najis seperti khamr atau bangkai).
- Bermanfaat
(tidak boleh menjual kalajengking atau binatang berbahaya).
- Dimiliki
oleh penjual (tidak boleh menjual barang orang lain tanpa izin).
- Mampu
diserahkan (tidak sah menjual burung yang masih di udara).
- Harga
(Tsaman):
- Jelas harganya dan disepakati.
- Bukan
barang ribawi (emas, perak, atau makanan pokok) jika ditukar dengan
sesama jenisnya, kecuali dengan ketentuan tertentu.
6. Jual Beli yang Dilarang
- Bai’
Gharar: Transaksi yang mengandung
ketidakjelasan atau spekulasi.
- Contoh:
Menjual ikan di laut yang belum ditangkap.
- Bai’
Najasy: Penawaran palsu untuk menaikkan harga.
- Bai’
Mulamasah dan Munabadzah:
- Mulamasah:
Jual beli dengan hanya menyentuh barang tanpa memeriksa.
- Munabadzah:
Jual beli dengan melempar barang tanpa melihat.
- Bai’
Harbi: Menjual senjata kepada musuh Islam.
7. Anjuran dalam Jual Beli
- Jujur
dan Telus:
Nabi ﷺ bersabda: "Jika penjual dan pembeli jujur, transaksi mereka diberkati." (HR. Bukhari). - Mudah
dan Toleran:
"Allah merahmati orang yang mudah ketika menjual, membeli, dan menagih hutang." (HR. Bukhari). - Menghindari
Riba dan Penipuan:
Nabi ﷺ melarang amalan riba dan menipu dalam timbangan
8. Contoh Amalan Jual Beli yang Sah
- Contoh
Sah:
- Membeli
beras di kedai dengan melihat dan menimbangnya.
- Memesan
baju dengan spesifikasi jelas (warna, ukuran, bahan).
- Contoh
Tidak Sah:
- Menjual kereta yang masih disewa tanpa izin pemilik.
- Jual
beli emas secara kredit dengan tambahan harga (riba).
9. Kitab-Kitab Rujukan tentang Jual Beli
- Fathul
Qarib (karya Al-Ghazi): Membahas
dasar-dasar jual beli dalam mazhab Syafi’i.
- Fathul
Mu’in (karya Al-Malibari): Menjelaskan
rukun, syarat, dan jenis jual beli.
- Al-Wajiz (karya Abdul Azhim Al-Khalafi): Ringkasan hukum jual beli berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah. *Sila rujuk untuk lebih jelas
10. Kesimpulan
Jual beli dalam Islam harus memenuhi syarat dan rukun yang jelas, menghindari amalan haram, serta mengutamakan kejujuran dan keadilan. Pemahaman fiqih muamalah ini penting untuk memastikan transaksi halal dan barakah.
Jika ingin mendalami lebih
lanjut, silakan merujuk kitab-kitab fiqih seperti Fathul Qarib atau Fathul
Mu’in.
Dari Kitab Fathul Qarib:
Berikut adalah perincian lengkap Bahagian
Muamalat dalam Kitab Fathul Qarib beserta penjelasan rukun,
syarat, dan contoh aplikasinya:
1. JUAL BELI (BAI’)
A. Rukun Jual Beli
- Aqidain (Pelaku
Akad):
- Penjual
& pembeli yang:
- Baligh,
berakal, dan atas kehendak sendiri (bukan paksaan).
- Tidak
dihalang oleh hak orang lain (misalnya: bukan barang curian).
- Ma’qud
‘Alaih (Objek Akad):
- Barang
(Mabi’):
- Harus
suci (tidak najis seperti bangkai atau khamr).
- Bermanfaat
(tidak boleh menjual ular berbisa).
- Dimiliki
penjual (tidak sah jual barang milik orang lain tanpa izin).
- Bisa
diserahkan (tidak sah jual burung yang masih terbang).
- Harga
(Tsaman):
- Jelas nilainya (misal: RM100, bukan "harga semasa").
- Bukan
riba jika barang ribawi (emas, perak, makanan pokok).
- Shighat (Ijab-Qabul):
- Ijab: "Aku
jual rumah ini kepadamu dengan harga RM100,000 ."
- Qabul: "Aku terima dengan harga tersebut."
B. Jenis-Jenis Jual Beli
- Bai’
Shahih (Sah):
- Contoh:
Jual beli rumah yang sudah dilihat dan disepakati harganya.
- Bai’
Batil (Batal):
- Contoh:
Jual beli barang najis (bangkai babi).
- Bai’
Fasid (Rosak):
- Contoh:
Jual beli dengan harga tidak jelas ("ikut harga pasaran nanti").
C. Larangan dalam Jual Beli
- Gharar (Ketidakjelasan):
- Contoh:
Jual beli janin dalam kandungan hewan.
- Najasy (Penawaran
Palsu):
- Contoh:
Memuji barang secara berlebihan agar harganya naik.
- Talaqqi
Rukban (Memonopoli Penjual di Pinggir
Kota):
- Larangan
Nabi ﷺ untuk mencegah eksploitasi.
2. SALAM (PESANAN)
A. Definisi
- Membeli
barang dengan spesifikasi jelas, tetapi barang belum ada ketika akad (misal:
pesan 100 kg beras untuk dikirim 1 bulan lagi).
B. Syarat Sah Salam
- Barang:
- Harus
boleh dijelaskan secara terperinci (jenis, kualiti, jumlah).
- Bukan
barang ribawi (jika dibayar dengan tunai).
- Pembayaran:
- Harus dibayar di tempat akad (tidak boleh hutang).
C. Contoh
- Sah: *"Aku
pesan 50 kg beras jenis BR-04 dengan harga RM150, dibayar
sekarang/tunai."*
- Tidak
Sah: "Aku pesan beras ‘yang elok’ dengan harga nanti."
3. QIRADH (MUDHARABAH)
A. Definisi
- Kerjasama
antara pemodal (shahibul mal) dan pengusaha (mudharib) dengan bagi hasil.
B. Syarat Sah
- Modal
harus tunai dan jelas jumlahnya.
- Keuntungan
dibagi sesuai dengan perjanjian (misal: 60% pemodal, 40% pengusaha).
- Kerugian
ditanggung pemodal, kecuali kelalaian pengusaha.
C. Contoh
- MMPemodal
memberi RM10,000 kepada pedagang untuk berniaga, keuntungan dibagi
50:50.
4. SYARIKAH (PERKONGSIAN)
A. Jenis-Jenis
- Syarikah
Amlak (Kepemilikan Bersama):
- Contoh:
Dua orang mewarisi tanah secara bersama.
- Syarikah
‘Aqd (Kerjasama Kontrak):
- Abdan:
Kerjasama tenaga (dua tukang kayu membuat meja).
- Mudharabah:
Modal dari satu pihak, tenaga dari pihak lain.
B. Syarat Sah
- Modal
harus jelas dan disepakati.
- Keuntungan
dibagi sesuai kesepakatan.
5. RIBA DAN LARANGANNYA
A. Jenis Riba
- Riba
Fadhl: Pertukaran barang sejenis dengan kadar berbeza (1 kg emas vs 1,2
kg emas).
- Riba Nasi’ah:
Penundaan pembayaran dengan tambahan harga.
B. Contoh Haram
- Menjual
1 kg beras premium dengan 1.5 kg beras biasa.
- Kredit
motorsikal dengan tambahan faedah 10%.
6. APLIKASI MODEN/SEMASA
- E-Commerce:
- Sah
jika barang dan harga jelas (seperti di platform syariah).
- Pelaburan Syariah:
- Menggunakan
prinsip mudharabah atau musyarakah.
7. RUJUKAN TAMBAHAN
- Kitab
Lain:
- Fathul
Mu’in: Penjelasan lebih detail
tentang muamalat.
- Al-Iqna’:
Panduan praktikal untuk transaksi kontemporari(semasa).
KESIMPULAN
Bahagian Muamalat dalam Fathul Qarib memberikan panduan
komprehensif untuk transaksi sehari-hari, mulai dari jual beli hingga kerjasama perniagaan, dengan penekanan pada keadilan dan penghindaran riba. Kitab ini sangat
relevan untuk diaplikasikan dalam ekonomi modern selagi prinsip syariah
dipatuhi.
___________________________________________________________________________
Berikut adalah perincian Bahagian
Muamalat berdasarkan Hasyiyah Al-Bajuri (syarah dari Fathul
Qarib) dengan penjelasan mendalam, perbandingan pendapat, dan analisa fiqih:
1. JUAL BELI (BAI’) MENURUT AL-BAJURI
A. Definisi & Hakikat Bai’
- Menurut
Al-Bajuri:
"Pemindahan hak milik dengan imbalan tertentu secara sukarela, bukan paksaan atau tipu daya." - Penekanan:
Konsep ridha (kerelaan) sebagai asas utama (QS.
An-Nisa’: 29).
B. Syarat Tambahan yang Diperjelaskan
- Barang
(Mabi’):
- Kepemilikan
Penuh: Tidak sah menjual barang
yang masih dalam tanggungan hutang (misal: rumah yang dijadikan jaminan
bank).
- Penghantaran:
Barang harus boleh diserahkan segera, kecuali dalam akad salam.
- Harga
(Tsaman):
- Mata
Wang Modern: Al-Bajuri menjelaskan
analogi dinar/dirham dengan wang kertas: nilai harus stabil dan
dipersetujui.
C. Khiyar (Hak Memilih)
- Khiyar
Majlis: Hak membatalkan akad sebelum berpisah secara fisikal.
- Khiyar
‘Aib: Hak mengembalikan barang jika terdapat cacat tersembunyi.
- Contoh:
Membeli kambing yang ternyata sakit setelah dibawa pulang.
2. SALAM (PESANAN) DALAM HASYIYAH AL-BAJURI
A. Syarat Khusus
- Spesifikasi
Barang:
- Harus
detail: jenis, ukuran, warna (untuk tekstil), dan kualiti.
- Analog
Moden: Pesanan dalam e-commerce
wajib mencantumkan deskripsi lengkap.
B. Pembayaran
- Wajib
Tunai: Tidak boleh hutang, kecuali dalam bentuk lain seperti murābaḥah
syar’iyyah.
3. QIRADH (MUDHARABAH)
A. Pembahasan Al-Bajuri
- Modal:
- Boleh
berupa wang atau barang yang dinilai (misal: emas).
- Tidak
boleh modal yang belumilik (seperti hutang).
- Keuntungan:
- Harus
jelas nisbahnya (misal: 40% pengusaha, 60% pemodal).
B. Risiko Kerugian
- Jika
Rugi Natural: Ditanggung pemodal.
- Jika
Rugi akibat Kelalaian: Ditanggung pengusaha.
4. RIBA & TRANSAKSI HARAM
A. Analisa Al-Bajuri tentang Riba
- Riba
al-Yad: Transaksi tunai dengan penundaan
penyerahan barang.
- Contoh:
Membeli emas secara tunai tetapi penjual menunda penyerahan.
B. Larangan Tasharruf pada Barang Riba
- Tidak
boleh memperjualbelikan barang yang didapat dari riba (misal: hasil kredit
ribawi).
5. APLIKASI KONTEMPORARI (SEMASA)
A. Jual Beli Online
- Hukum: Sah
jika memenuhi:
- Deskripsi
barang jelas (foto, spesifikasi).
- Mekanisme
khiyar disediakan (hak return).
B. Cryptocurrency
- Analisis
Al-Bajuri:
- Jika
cryptocurrency dianggap sebagai mal mutaqawwim (harta
bernilai), boleh diperdagangkan dengan syarat:
- Tidak
untuk spekulasi (gharar).
- Memenuhi
syarat wang dalam Islam (stabil dan diakui).
6. PERBANDINGAN DENGAN KITAB LAIN
|
Aspek |
Fathul Qarib |
Hasyiyah Al-Bajuri |
|
Detail Riba |
Penjelasan dasar |
Analisis sebab-sebab dan jenis riba |
|
Khiyar |
Disingkat |
Dibahas dengan contoh kasus |
|
Aplikasi Moden |
Tidak dibahas |
Analogi dengan transaksi kontemporari |
7. KESIMPULAN & CADANGAN
- Untuk
Pemula: Pelajari Fathul Qarib terlebih
dahulu.
- Untuk
Penyelidikan Mendalam: Rujuk Hasyiyah Al-Bajuri untuk
analisa fiqih yang lebih kritikal.
- Aplikasi
Praktikal: Gunakan prinsip muamalat Al-Bajuri
dalam ekonomi digital dengan merujuk fatwa ulama kontemporari.
Rujukan Tambahan:
- Al-Majmu’ oleh
Imam Nawawi.
- Al-Fiqh
al-Manhaji (Mazhab Syafi’i Moden).
Kitab ini menekankan sikap berhati-hati dalam transaksi dan penghindaran
gharar/riba, yang sangat relevan dalam ekonomi moden.